Di Balik Desain Baru Website GNFI

Photo by Hal Gatewood / Unsplash

“Ada yang baru, di tanggal satu,” begitu sebuah poster digital yang kami buat dan sebarkan melalui akun media sosial untuk mengantarkan perubahan pada perwajahan website GNFI minggu lalu.

Wajah website GNFI memang berubah. Kali ini perubahannya cukup signifikan secara desain, namun secara pengelompokan isi sebagian besar masih sama.

Sebuah pertanyaan umum yang mengiringi perubahan biasanya berbunyi “Apa alasan berubah?”

Pertanyaan ini pun sering kali bersambut jawaban yang senada dan normatif, “Karena perubahan adalah kebutuhan, tuntutan, dan harus direspon”. Atau yang lebih terdengar heroik lagi, “Berubah, atau dilindas perubahan”

Lalu apakah jika ada pertanyaan demikian GNFI akan menjawab seperti itu juga? Mungkin iya. Tapi rasanya terlalu reaksioner kalau motif setiap perubahan sekadar merespon tuntutan eksternal agar kita berubah.

Jadi apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?

Jawabannya adalah karena semangat yang sejak awal dibawa oleh GNFI, yaitu semangat untuk mengabarkan hal-hal positif tentang Indonesia.


Kita tahu, mengabarkan sesuatu yang positif tidak semudah kedengarannya. Bahkan sejak lama kita lebih akrab dengan slogan “Bad News is Good News”.

Namun sejatinya menurut kami, tantangan mengabarkan “good news” bukan karena lebih membanjirnya “bad news”. Namun karena sering kali “good news” kurang terkemas dengan baik.

Hal inilah yang membuat data-data penting, informasi tentang prestasi, pencapaian-pencapaian membanggakan di sekitar kita tidak tersebar secara optimal, sehingga tidak banyak orang yang tahu.

Alasan ini yang membuat GNFI selalu berusaha memperbaiki kemasan informasi yang disajikan. Selain melalui artikel, kami juga membuat lebih banyak konten dalam bentuk visual maupun audio-visual. Harapannya adalah agar berbagai informasi yang baik dan bermanfaat tersebut mudah dipahami dan menarik bagi khalayak. Inilah juga yang melatari GNFI untuk memperbaiki tampilan website-nya.

Ruang Interaksi dan Partisipasi

Perubaan desain kali ini juga diiringi oleh tambahan beberapa fitur baru untuk membuat pengunjung lebih mudah dalam berinteraksi. Fitur-fitur itu antara lain “Respon”, “Komentar”, dan “Laporkan Artikel”.

Dengan fitur ini diharapkan pengunjung tidak hanya membaca, tapi juga bisa terlibat diskusi melalui kolom komentar. Atau memberikan apresiasi kepada penulis melalui faslitas respon. Ketika menemukan artikel yang kurang tepat atau mengganggu pun bisa langsung menyampaikan kepada redaksi melalui fitur “Laporkan Artikel”.

Hal lain lagi yang kami siapkan secara serius adalah kolom “Tulisan Kawan GNFI”.

Kita tahu Indonesia adalah negeri yang sangat besar, wilayahnya luas sekali. Karena itulah kami percaya untuk merangkum berbagai kabar baik dari seluruh pelosok tidak mungkin dilakukan sendirian. Kita perlu bersama-sama. Karena kami percaya bahwa yang paling mengetahui kabar baik di sebuah daerah atau tempat semestinya adalah orang-orang yang berada di daerah tersebut.

Kolom “Tulisan Kawan GNFI” adalah wadah bagi siapapun untuk berbagai informasi baik tentang Indonesia. Informasi ini bisa berupa apa yang dilihatnya, didengar, maupun dialaminya sendiri. Menurut kami, semakin banyak informasi baik yang diangkat ke permukaan dari berbagai penjuru negeri, berarti akan lebih banyak lagi generasi yang terinspirasi dan tersemangati.

Perubahan lainnya lagi adalah pada akhiran alamat website, dari sebelumnya “.org” menjadi “.id”. Untuk ini rasanya tidak perlu dijelaskan lagi alasannya. Teriring harapan, mudah-mudahan semakin banyak website berkualitas lahir di Indonesia.

Akhir kata, tentu perubahan dan berbagai perbaikan ini belum final, apalagi sempurna. Seiring perkembangan dan berbagai umpan balik yang kami terima dari kawan-kawan GNFI, pasti banyak yang masih perlu diperbaiki atau akan ditambahkan di kemudian hari. Dan kami sangat bersemangat untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara terus-menerus.

Mirip kata Samuel Langhorne Clemens — sebagian besar kita lebih mengenal nama penanya saja, Mark Twain: “Continous improvement is better than delayed perfection”.

Salam hangat,

Wahyu Aji

Good News From Indonesia

Good News From Indonesia

Restoring Optimism, Rebuilding Confidence
Indonesia